Mayang, Jember — Dalam rangka meningkatkan pemahaman santri terhadap ilmu ubudiyah secara praktis, Pondok Pesantren Raudlatul Jannah menggelar kegiatan Praktek Ubudiyah yang dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya’. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan berdasarkan pembagian asrama.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran, dimulai dari Asrama A dan dilanjutkan oleh asrama-asrama berikutnya sesuai urutan jadwal yang telah disusun oleh pengurus. Sementara bagi santri dari asrama yang tidak mendapatkan giliran praktek pada malam tersebut, mereka tetap mengikuti kegiatan rutin sebagaimana biasanya.
Kegiatan Praktek Ubudiyah ini menghadirkan pemateri, Ustadz Syukron Jazila, guru bantu dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Lumajang. Pada pertemuan perdana, materi yang disampaikan berfokus pada pembahasan seputar najis dan tata cara menghilangkannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam kegiatan tersebut, para santri tidak hanya menerima penjelasan teoritis, namun juga langsung mempraktikkan cara menghilangkan najis dengan benar.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Syukron Jazila berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Santri harus memahami dan mampu mempraktikkan ilmu tentang najis ini. Karena dalam kehidupan nyata, kita tidak selalu dalam keadaan suci. Maka penting untuk mengetahui cara menyucikan diri dengan benar,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Ahmad Mahfud, selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Putra, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi santri untuk mengamalkan ilmu yang selama ini diperoleh.
“Ilmu agama tidak cukup hanya dipahami secara teori, namun juga perlu diamalkan melalui praktik nyata. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri mampu mengintegrasikan antara pengetahuan dan pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan Praktek Ubudiyah ini menjadi salah satu upaya pesantren dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya memahami ilmu agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara kontekstual dalam kehidupan. Dengan pendekatan yang aplikatif ini, diharapkan seluruh santri Raudlatul Jannah semakin terampil, mandiri, dan berakhlakul karimah.